Mendidik dengan Hati

Model pembelajaran Cooperative Script Terlengkap

Kita sebagai guru harus profesional dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Selain tugas mengajar di kelas guru juga harus bisa menciptakan suasana mengajar yang nyaman. Guru tidak harus selalu berceramah terus di depan siswa. Jika kita jarang berinovasi dengan memakai model pembelajaran lain maka siswa akan merasa bosan dengan kita. Hal ini akan mengakibatkan penyerapan materi dari guru semakin berkurang. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Script. Apa itu model pembelajaran Cooperative Script? Simak artikel berikut ini.



Model pembelajaran Cooperative Script berasal dari bahasa Yunani. Methodes artinya jalan yang ditempuh. Pengertian metode itu sendiri adalah pengertian tentang metode yaitu cara kerja yang sistematis untuk mencapai suatu maksud tujuan. Sedangkan Cooperative berasal dari kata Cooperate yang artinya bekerja sama, bantuan-membantu, gotong royong. Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari model pembelajaran Cooperative Script adalah model belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajarinya dalam ruangan kelas. Menurut Slavin (1994:175) model pembelajaran Cooperative Script yang dapat meningkatkan daya ingat siswa.
Sedangkan menurut Brousseau (2002) dalam Hadi (2007:18) menyatakan bahwa modelpembelajaran cooperative script adalah secara tidak langsung terdapat kontrakbelajar antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai caraberkolaborasi.

model pembelajaran Cooperative Script merupakan penyampaian materi ajar yang diawali dengan pemberian wacana atau ringkasan materi ajar kepada siswa yang kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk membacanya sejenak dan memberikan/memasukkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru kedalam materi ajar yang diberikan guru, lalu siswa diarahkan untuk menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dalam meteri yang ada secara bergantian sesama pasangan masing-masing.
Prinsip Model Pembelajaran Cooperative Script
1. Siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.
2. Siswa harus berpandanagn bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama .
3. Siswa harus berbagi tugas dan berbagi tanggung jawab, sama besarnya diantara para anggota kelompok.
4. Siswa akan diberi suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.
5. Siswa berbagi kepemimpinan, sementara mereka memperoleh ketrampilan bekerja sama selama belajar.
6. Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang dipelajari dalam kelompok kooperatif.
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Cooperative Script
Riayanto (2009:280), Langkah-langkah untuk menerapkan model pembelajran coopertive script adalah sebagai berikut :
1.    Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2.    Guru membagiakan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3.    Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4.    Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar :
a.    Menyimak/mengoreksi/melengkapi ide-ide pokok yang kurang lengkap.
b.    Membantu mengingat/menghafal ide/ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5.    Bertukar peran, semula berperan sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Kemudian lakukan seperti kegiatan tersebut kembali..
6.    Merumuskan kesimpulan bersama-sama siswa dan guru.
7.    Penutup.

 Kelebihan Model Pembelajaran Cooperative Script
Model pembelajaran Cooperative Script baik digunakan dalam pembelajaran untuk menumbuhkan ide-ide atau gagasan baru, daya berfikir kritis serta mengembangkan jiwa keberanian dalam menyampaikan hal-hal baru  yang diyakininya benar.  Berikut kelebihan dari model pembelajaran Cooperative Script:
1.  Mengajarkan siswa untuk percaya kepada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berpikir, mencari informasi dari sumber lain dan belajara dari siswa lain.
2.  Mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya. Ini secara  khusus bermakna ketika dalam proses pemecahan masalah.
3.  Membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siwa yang kurang pintar dan menerima perbedaan yang ada.
4.  Merupakan suatu strategi yang efektif bagi siswa untuk mencapai hasil akademik  dan sosial termasuk meningkatkan prestasi, percaya diri dan hubungan interpersonal positif antara satu siswa dengan siswa yang lain.
5. Banyak menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan jawabannya dan menilai ketepatan jawaban.
6. Mendorong siswa yang kurang pintar untuk tetap berbuat
7. Interaksi yang terjadi selama pembelajaran Cooperative Script membantu memotivasi siswa dan mendorong pemikirannya.
8. Dapat meningkatkan atau mengembangkan keterampilan berdiskusi.
9. Memudahkan siswa melakukan interaksi social
10. Siswa lebih menghargai ide orang lain.
11. Dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa

Adapun kekurangan dari model pembelajaran Cooperative Script:
1.  Beberapa siswa mungkin pada awalnya takut untuk mengeluarkan ide, takut dinilai teman dalam kelompoknya.
2.  Tidak semua siswa mampu menerapkan Model pembelajaran Cooperative Script . Sehingga banyak tersita waktu untuk menjelaskan mengenai model pembelajaran ini.
3.  Penggunaan Model pembelajaran Cooperative Script harus sangat rinci melaporkan setiap penampilan siswa dan tiap tugas siswa, dan banyak menghabiskan waktu untuk menghitung hasil prestasi kelompok.
4. Sulit membentuk kelompok yang solid yang dapat bekerja sama dengan baik.
5. Penilaian terhadap murid sebagai individual menjadi sulit karena tersembunyi di dalam kelompok.
6. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.

7. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut.
Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar