Mendidik dengan Hati

Model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT terlengkap

Pada kurikulum 2013 kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara student center. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Guru haruslah lebih kreatif sehingga kegiatan pembelajaran lebih menarik siswa. Diantaranya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Model tersebut diharapkan dapan membuat suasana di kelas menjadi tidak membosankan. Berikut penjelasan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT secara lengkap.



TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing – masing. Menurut Saco (2006), dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok.

Ciri-ciri model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT adalah sebagai berikut:
a.       Siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil
Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda.
b.      Games Tournament
Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya.Siswa yang mewakili kelompoknya, masing – masing ditempatkan dalam meja – meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati 5 sampai 6 orang peserta, dan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamen diusahakan setiap peserta homogen.Permainan ini diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu – kartu soal untuk bermain (kartu soal dan kunci ditaruh  terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca). Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut. Pertama, setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal. Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditangapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar.

Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua kartu soal habis dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap  peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Disini permainan dapat dilakukan berkali – kali dengan syarat bahwa setiap peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal.

Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain. Setelah semua kartu selesai terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan.Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan.Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok.Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya.

c.       Penghargaan Kelompok
Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompok adalah menghitung rerata skor kelompok. Untuk memilih rerata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing – masing anggota kelompok dibagi dengan dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata – rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut. Dimana penentuan poin yang diperoleh oleh masing – masing anggota kelompok didasarkan pada jumlah kartu yang diperoleh oleh seperti ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel Perhitungan Poin Permainan Untuk Empat Pemain 
Pemain dengan
Poin Bila Jumlah Kartu Yang Diperoleh
Top Scorer
40
High Middle Scorer
30
Low Middle Scorer
20
Low Scorer
10

Tabel 2.2 Perhitungan Poin Permainan Untuk Tiga Pemain
Pemain dengan            Poin Bila Jumlah Kartu Yang Diperoleh
Top scorer       60
Middle scorer  40
Low scorer      20
(Sumber : Slavin, 1995:90) Dengan keterangan sebagai berikut:
Top Scorer (skor tertinggi), High Middle scorer ( skor tinggi ), Low Middle
Scorer ( skor rendah ), Low Scorer ( skor terendah), ( skor sedang ).
Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ada beberapa tahapan yang perlu ditempuh, yaitu :
1.      Mengajar (teach)
Mempersentasekan atau menyajikan materi, menyampaikan tujuan, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan memberikan motivasi.
2.      Belajar Kelompok (team study)
Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras / suku yang berbeda. Setelah guru menginformasikan materi, dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengen menggunakan LKS. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan masalah bersama, saling memberikan jawaban dan mengoreksi jika ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab.

 3.      Permainan (game tournament)
4.      Permainan diikuti oleh anggota kelompok dari masing – masing kelompok yang berbeda. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah semua anggota kelompok telah menguasai materi, dimana pertanyaan – pertanyaan yang diberikan berhubungan dengan materi yang telah didiskusikan dalam kegiatan kelompok,
5.      Penghargaan kelompok (team recognition)
Pemberian penghargaan (rewards) berdasarkan pada rerata poin yang diperoleh oleh kelompok dari permainan. Lembar penghargaan dicetak dalam kertas HVS, dimana penghargaan ini akan diberikan kepada tim yang memenuhi kategori rerata poin sebagai berikut.
Tabel Kriteria Pengahrgaan Kelompok
Kriteria ( Rerata Kelompok )
Predikat
30 sampai 39
Tim Kurang baik
40 sampai44
Tim Baik
45 sampai 49
Tik Baik Sekali
50 ke atas
Tim Istimewa

B.  Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT, diantaranya:
1.    Kelompok (Team)
a.    Membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa yang anggotanya heterogen
b.    Memberitahu siswa tentang tugas yang harus dikerjakan oleh anggota kelompok
2.    Presentasi kelas (class Presentation)
a.    Menyampaikan tujuan pemmbelajaran yang hendak dicapai
b.    Menghimbau siswa bahwa materi yang disampaikan akan berguna ada saat game dan menentukan skor kelompok
c.    Menyampaikan/mempresentasukan materi pelajaran didalam kelas
3.    Permainan (games)
a.    Membrikan games dalam bentuk pertanyan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian materi
b.    Memberikan materi games dalam dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk kartu indek
c.    Memberikan dan mengumpulkan skor kepada siswa yang menjawab benar
4.    Kompetisi (Turnamen)
a.    Membagi siswa kedalam beberapa meja turnamen.tiga siswa tertinggi presentasinya pada meja 1,tiga siswa selanjutnya pada meja kedua dan seterusnya
b.    Mengkoordinasikan jalannya turnamen dengan prosedur pelaksanaan
5.    Penghargaan ( Team recognize )
a.    Mengumumkan hasil penilaian dari pengumpulan skor turnamen
b.    Memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha yang telah dilakukan oleh individu maupun oleh kelompok.
Pendekatan yang digunakan dalam TGT adalah pendekatan secara kelompok yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran supaya siswa aktif.ciri-ciri pendekatan secara kelompok ditinjau dari segi:
1. Tujuan pembelajaran yaitu
a. Memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional
b. Mengembangkan sikap sosial dan semangat bergotong royong
c.zMendinamisasikan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga setiap kelompok merasa memiliki tanggung jawab
d.  Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam kelompok tersebut
2.  Sosial dalam pembelajaran kelompok kecil
a.    Anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok
b.    Siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab
c.   Setiap anggota kelompok membina hubungan yang baik dan mendorong timbulnya semangat tim
d.   Kelompok mewujudkan suatu hubungan kerja yang kompak
3. Guru dalam pembelajaran kelompok yaitu
a.    Pembentukan kelompok
b.    Perencanaan tugas kelompok
c.    Pelaksanaan
d.   Evaluasi hasil belajar kelompok
Implementasi model pembelajaran TGT, diantaranya:
1. Pembelajaran berpusat pada siswa
2. Proses pembelajaran dengan suasana kompetensi
3. Pembelajaran bersifat aktif/siswa berlomba untuk dapat menyelesaikan persoalan
4. Pembelajaran diterapkan dengan pengelompokan siswa menjadi tim-tim
5. Dalam kompetisi diterapkan tim system poin
6. Dalam kompetisi disesuaikan dengan kemampuan siswa atau dikenal kesetaraan dalam kinerja akademik
7. Kemajuan kelompok dapat diikuti oleh seluruh kelas melalui jurnal kelas yang diterbitkan secara mingguan
8. Dalam pemberian bimbingan guru mengacu pada jurnal.
9.  Adanya system penghargaan bagi siswa yang memperoleh poin banyak
C. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
 Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, diantaranya:
a. Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas lebih menonjol dalam pembelajaran,tetapi siswa yang berkemampuan lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompokanya.
b. Dengan model pembelajaran ini membuat rasa kebersaan dan saling menghargai sesame anggota kelompoknya.
c. Dalam model pembelajaran ini membuat siswa kebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran,karena dalam pembelajaran ini guru menjanjikan sebuah penghargaan pada siswa atau kelompok terbaik.
d. Dalam pembelajaran ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan beruoa turnamen dalam model ini

 Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, diantaranya:
a.   Dalam model pembelajaran ini,harus menggunakan waktu yang sangat lama
b. Gurumenggunakan model pembelajaran ini guru harus pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini

c.  Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan
Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar