Mendidik dengan Hati

Perbedaan senyawa organik dan anorganik

Secara umum, pembagian senyawa pada kimia dibagi menjadi dua yaitu senyawa organik dan anorgani. Untuk perbedaan senyawa organik dan anorganik dapat dijelaskan sebagai berikut:
contoh senyawa organik adalah vitamin
Senyawa organik
1. Bermula dari makhluk hidup
2. mempunyai titik didi atau titik leleh yang rendah
3. bermula dari hasil fotosintesis tumbuhan seperti daun
4. mudah terbakar
5. struktur molekulnya lebih kompleks
6. pasti mengandung unsur karbon (kalau daun dibakar menjadi arang atau karbon)
7. tidak larut dalam air akan tetapi senyawa tersebut dapat larut ke dalam pelarut organik
8. contohny adalah karbohidrat, vitamin, lemak C2H6, CH4, dll
Senyawa anorganik
1. bermula dari benda mati
2. mempunyai titik didih maupun titik leleh yang tinggi
3. bermula dari sumber daya mineral seperti minyak bumi
4. tidak mudah terbakar
5. strukturnya molekulnya lebih sederhana
6. tidak semua jenisnya mengandung karbon (contohnya kalau membakar spirtus atau bensin tidak menjadi karbon)
7. larut dalam pelarut air
8. contohny adalah kalsium klorida, amoniak, garam, C2H6, NaF, dll
Pengertian senyawa organik adalah senyawa kimia yang mengandung karbon kecuali pada oksida karbon, karbonat, karbida. Perbedaan utama dalam kimia organik dan anorganik adalah ada atau tidaknya ikatan antara atom hidrogen dan atom karbon. Senyawa organik dibagi menjadi empat yaitu: Senyawa Heterosiklik, Senyawa Homosiklik, Senyawa Alifatik, dan Senyawa Siklik.
Pegertian senyawa anorganik adalah senyawa yang terdapat pada alam dan tersusun dari benda mati atau material. Demikianlah perbedaan senyawa organik dan anorganik. Semoga bermanfaat J
Rating: 4.5