Mendidik dengan Hati

Pamflet pengelolaan sampah anorganik SMA N 1 Semarang

Pagi-pagi ketika berangkat mengajar di SMA N 1 Semarang (SMANSA) disambut dengan pamflet go geen. Pamflet tersebut diletakan di ruang hall dekat miniatur SMA 1. Di belakangnya adalah lemari yang berisi barang kerajinan tangan yang bahan bakunya dari barang bekas seperti tas dari bungkus kopi, tas dari bungkus detergen dan masih banyak lagi.
Saat ini pak guru sedang praktek mengajar di kuliah profesi guru dari 29 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 24 November 2015. Ceritanya sekolah profesi guru itu agar para guru bisa menjadi guru profesional. Aturan mendikbud saat ini guru harus mempunyai sertifikat pendidik. Jadi lulusan guru tidak hanya S1 melainkan haru sekolah profesi guru juga.
Rasanya sangat istimewa sekali bisa mengajar di SMANSA selama 4 bulan. SMANSA merupakan sekolah yang favorit di Semarang. Sekolah ini mendapat gelar Sekolah Sehat atau Sekolah Adiwiyata. Lingkungan yang bersih dan sejuk ini nyaman untuk belajar pada siswa.
Salah satu wujud kampanya Goo Green adalah yang pak guru foto ini berupa pamflet agar siswa selalu ingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan peduli terhadap lingkungan.
Apa isi pamfet tersebut?
1. Reduces (mengurangi) pemakaian barang atau makana yang menggunakan plastik.
2. Reuses (menggunakan kembali). Kita bisa menggunakan kembali dari barang yang terbuat dari plastik seperti wadah bekas makanana atau barang yang lain.
3. Recycle (mendaur ulang). Sampah seperti botol dan dari kardus bisa di daur ulang.
Penyediaan tempat sampah di SMANSA sudah bagus yakni sudah dibedakan sampah organik dan anorganik. Jadi melalui pembiasaan ini siswa bisa sadar pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan lingkungan dengan melakukan3 hal di atas tadi.
Kita menyadari bahwa saat ini sudah terjadi pemanasan global. Cuaca pada siang hari terasa sangat panas dan musim hujan maupun musim kemarau pun sudah tidak menentu. Oleh karena itu mari kita mulai dari diri sendiri menggalakan GO GREEN.
Rating: 4.5