Mendidik dengan Hati

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Beserta Pola Kalimatnya

Contoh kalimat majemuk bertingkat – Sebelumnya kita sudah mempelajari kalimat majemuk khususnya kalimat majemuk setara. Nah pada kesempatan kali ini, kakak akan memberikan sedikit informasi mengenai kalimat majemuk bertingkat. Oh ya, kakak akan mengingatkan kembali pengertian kalimat majemuk terlebih dahulu yah. Kalimat majemuk merupakan kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih, kemudian digabungkan dengan menambahkan konjungsi atau kata hubung dan, atau, tetapi, sehingga, bahkan dan lain-lain.
Lalu bagaimana dengan kalimat majemuk bertingkat? Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang klausa-klausanya tidak mempunyai hubungan yang setara atau sederajat. Tidak setara atau sederajat maksudnya klausa-klausa tersebut ada yang menjadi induk kalimat dan ada yang menjadi anak kalimat. Induk kalimat dan anak kalimat merupakan kesatuan kalimat yang tidak dapat dipisahkan, jika keduanya dipisahkan kalimat menjadi tidak berarti.
Misalnya:
Hujan deras terus mengguyur kota Semarang sehingga menyebabkan banjir selama 2dua hari.
Induk kalimat: Hujan deras terus mengguyur kota Semarang (dapat berdiri sendiri)
Anak kalimat: Sehingga menyebabkan banjir selama 2dua hari (tidak dapat berdiri sendiri)

Agar lebih jelas lagi, kakak akan menjabarkan jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat beserta penjelasan dan contohnya. Simak baik-baik dan pahami yah J
1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu biasanya ditandai dengan konjungsi yang menunjukkan waktu atau keterangan waktu, seperti ketika, waktu itu, saat, kala itu, sebelum, sesudah, dan lain-lain.
Contoh: Aku harus berangkat sekolah lebih pagi sebelum bel sekolah berbunyi.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat Bersyarat.
Kalimat majemuk bertingkat bersyarat biasanya ditandai dengan kata hubung atau konjungsi jika, seandainya, andaikan, apabila, asalkan.
Contoh: Zahra akan mendapatkan sepeda baru dari Ayah jika ia rajin belajar.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan perbandingan yang memiliki fungsi untuk membandingan antar klausa arau mengibaratkan sesuatu. Biasanya menggunakan konjungsi ibarat, daripada, bagaikan, seperti, ibarat, laksana, sebagaimana, dan alih-alih.
Contoh:
Daripada harus duduk termenung merenungi nasib, lebih baik membaca buku untuk menambah ilmu.
Anak kembar Bu Hasan tidak akur satu dengan yang lainnya bagaikan air dan minyak.
4. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan memiliki fungsi untuk menyampaikan suatu tujuan pada kalimatnya. Biasanya menggunakan konjungsi biar, agar, supaya.
Contoh: Ibu banyak mengonsumsi buah dan sayur agar tubuhnya tetap sehat dan bugar.
5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara.
Kalimat majemuk yang satu ini menggabungkan 2 klausa pada kalimat majemuk dengan konjungsi menggunakan, dengan, dan lain-lain.
Contoh: Raisha bernyanyi dengan merdunya.
6. Kalimat Majemuk Bertingkat Bertentangan dengan Kenyataan.
Kalimat majemuk bertingkat ini menyatakan kalimat yang bertentangan. Biasanya menggunakan konjungsi kenyataannya, padahal, dan lain-lain.
Contoh: Zaldy sangat nakal di sekolah padahal saat di rumah ia pendiam.
7. Kalimat Majemuk Bertingkat Pengandaian.
Kalimat majemuk bertingkat pengandaian biasanya menggunakan konjungsi seperti, seakan-akan, seolah-olah.
Contoh: Jihan menari dengan sangat indah seakan-akan ia sedang menari di atas panggung megah.
8. Kalimat Majemuk Bertingkat Penjelas.

Kalimat majemuk yang satu ini memiliki fungsi kalimat yang menjelaskan mengenai sesuatu hal. Konjungsi yang biasa digunakan adalah bahwa.
Contoh: Mobil baru yang dibelinya menunjukkan Rani telah sukses bekerja menjadi seorang artis.
9. Kalimat Majemuk Bertingkat Atributif.
Kalimat majemuk bertingkat atributif biasanya menggunakan konjungsi atau kata hubung yang. Berfungsi sebagai penjelas hal yang berkaitan dengan subyek yang akan dijelaskan dalam kalimat.
Contoh: Laki-laki yang berbaju merah itu adalah saudara sepupu Ibuku.
10. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab.
Kalimat majemuk hubungan penyebab menjelaskan sebab mengenai suatu hal. Biasanya menggunakan konjungsi karena, oleh karena, sebab, dan lain-lain.
Contoh: Gaya hidup sehat haruslah selalu kita jaga karena kesehatan sangatlah penting.
11. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan akibat menjelaskan mengenai akibat dari suatu hal. Biasanya menggunakan konjungsi sampai-sampai, sehingga, maka.
Contoh: Asih sangat baik hati sehingga teman-teman sangat menyukainya.
12. Kalimat Majemuk Hubungan Hasil.
Kalimat majemuk hubungan hasil menunjukkan hasil suatu proses pada kalimat. Biasanya menggunakan konjungsi makanya.
Contoh: Tika rajin minum air putih makanya ia cepat sembuh dari batuk dan pilek.
13. Kalimat Majemuk Hubungan Konsesip.
Kalimat majemuk hubungan konsesip ini biasanya menggunakan kata hubung atau konjungsi meskipun, biarpun, walaupun, kendatipun, dan sungguhpun.
Contoh: Sarah tetap belajar giat meskipun semester ini ia belum ampu menduduki peringkat pertama di sekolahnya.
Nah demikian pembahasan contoh kalimat majemuk bertingkat dari kakak, semoga bermanfaat untuk kalian dan sampai jumpa di materi bahasa Indonesia selanjutnya.
Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar