Mendidik dengan Hati

Ikhlas dalam mendidik merupakan kunci utama menjadi guru profesional

Hal utama yang disampaikan oleh ibu Farida Fatmalatif, S.Pd, M.Pd seorang guru berprestasi tingkat nasional tahun 2014 kemarin 19 Januari 2016 dalam Seminar Nasional Program Profesi guru adalah ikhlas dalam mendidik. Beliau banyak bercerita tentang pengalamannya selama menjadi guru tidak tetap.
syarat guru profesional
melayani dengan sepenuh hati
Sebelumnya saya sudah membahas 5 karakter guru profesional disini. Oke saya akan mulai bercerita kisah beliau yang ikhlas dalam mendidik. Dimulai semasa beliau menempuh kuliah di Universitas Negeri Semarang tahun 2000an. Selama masih kuliah beliau pernah mengajar PAUD. Setelah selesai kuliah beliau mengabdi di tiga sekolahan yaitu di 2 SD (Sekolah Dasar) dan SMK di daerah tempat tinggalnya di Jambu, Kabupaten Semarang.
Ketika mengajar di SMK, banyaka anaknya yang membolos sekolah. Sampai-sampai beliau mendatangi tempat biasa anak SMK nongkrong di terminal dan tempat bilyar. Beliau langsung menemui siswanya yang membolos dan menasehati dengan pendekatan yang baik agar mereka sadar dan mengerti.

Pengabdian beliau kurang lebih 12 tahun menjadi guru honorer di sebuah SMK yang mewah (mepet sawah). Selama masih menjadi guru honorer, untuk menambah penghasilan, beliau memberikan les privat kepad siswa di daerah tempat tinggalnya. Karena tempat tinggalnya di daerah pedesaan, anak lesnya ada yang memberikan gabah ketika orang tuanya panen, ada juga yang memberikan gula merah sebagai bentuk balas budinya karena telah memberikan les privat yang Cuma-Cuma.

Beliau percaya, jika kita mendidik dengan setulus hati serta memberikan apa yang terbaik dari diri kita, Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita. Kita tidak perlu takun dengan masa depan kita. Keinginan untuk menjadi seorang PNS akhirnya Allah jawab di waktu yang sangat indah. Selama pengabdian kurang lebih 12 tahun beliau diangkat menjadi PNS.

Ketika mengabdi, beliau banyak membuat karya ilmiah dan penelitian. Penelitian ini terinspirasi atau berkat karakter siswa yang dihadapinya sehari-hari. Beliau seringkali memenangkan karya ilmiah dan penelitiannya hingga tingkat nasional. Penelitian Tindakan Kelas terbaik pun pernah ia raih hingga beliau pada puncaknya meraih prestasi sebagai guru berprestasi juara 1 tingkat nasional.


Kunci beliau menjadi guru profesional adalah mendidik dengan ikhlas. Kita tida perlu takut dengan masa depan kita. Berbuatlah yang terbaik untuk anak didik kita pasti rejeki akan terus mengalir dan kita tidak akan merasa kekurangan. Selain itu selalu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang kita berikan. Allah senantiasa menambah nikmat kepada kita jika kita senantiasa mensyukuri atas nikmatNya.
Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar