Pengalaman makan di Waroeng Biru Daun Situbondo bersama keluarga


Jalan-jalan kali ini hari Sabtu sore 15 September 2018. Saya sama istri dan Maira bingung sore ini mau makan apa ya? Eh kita malahan bingung mau makan yang dimakan sedangkan di luar sana saudara kita bingung apa yang mau di makan karena uang gak ada. Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu bersyukur yang bro..
Akhirnya kepikiran sebelumnya ada teman yang posting di Facebook makan di Waroeng Biru Daun Situbondo. Saya lihat di foto-foto tempatnya bagus dan terkesan nature. Nah siap-siap deh berangkat kesana.
Waroeng Biru Daun Situbondo
Sekilas tentang Waroeng Biru Daun
Oya Waroeng Biru Daun Situbondo yang terletak sebelum rumah sakit Mitra Sehat tepatnya di jalan Melati, Desa Curah Jeru. Tempatnya ini masuk kecamatan Panji padahal sangat dekat dengan alun-alun. Tempat ini baru diresmikan sekitar satu bulan yang lalu oleh Bupati Situbondi yakni Pak Dadang. Di lihat dari namanya memang aneh, karena kalau daun itu warnanya hijau tapi ini kok dinamai biru daun. Nama ini diambil dari kebiasaan orang situbondo yang menyebut warna hijau itu dengan biru. Misalnya ada kalimat “warna daun manggan adalah biru”. Jadi bukan berarti buta warna tapi dalam penyebutan saja atau sudah khas orang Situbondo mengatakan warna daun itu biru. Kalau yang benar memang warna daun adalah hijau.
Waroeng Biru Daun Situbondo mengusung konsep alami dan persawahan. Depan Biru Daun terdapat aliran sungai atau irigasi persawahan. Biasanya pada bulan-bulan tertentu di irigasi tersebut di adakan lomba dayung. Sebelah kanan dan kirinya terdapat sahan yang telah diapit oleh perumahan dan tempat Biru Daun.
Parkir area yang luas untuk mobil dan juga motor. Disediakan juga spot bermain anak-anak seperti ayunan, papan luncur, kuda-kudaan dan lainnya. Kalau malam minggu biasanya ada show musik atau organ tunggal. Warungnya buka jam 9 pagi sampai jam 10 malam.
Ketika sampai disana kami disambut oleh pelayan yang ramah dan membawakan daftar menu makanan. Kalau disana kita pilih makanan kemudian kita bayar ke kasir terlebih dahulu. Setelah bayar ke kasir baru kita memilih tempat makannya dimana. Areanya juga unik, area parkir, recepsionis, kasir, dan spot permainan anak terdapat di bagian atas sedangkan untuk makan seperti gasebo dan ruang pertemuan ada di bagian bawah seperti undak-undakan.
Disana ada banyak gasebo-gasebo yang muat untuk menampung kurang lebih 6 orang. Ruang pertemuan juga disediakan. Di tengahnya terdapat tanaman padi dan juga ada tempat makan dua meja bundar. Setiap dua gasebo ada tempat cuci tangan yang unik. Di sekelilingnya ada berbagai macam tanaman bunga yang instagramable banget pokoknya.
Anak saya yang awalnya di motor tidur setelah sampai sana bangun. Kebiasaan maira kalau ada tempat yang bagus dia berlari-lari kesana kemari. Awalnya mau memetik bunganya namun setelah di nasehati akhirnya nurut dan kita selfi-selfi.
Buat kamu yang berpasangan cocok banget karena tempatnya romantis. Apalagi kalau malam yah... eiitzzzz jangan melakukan hal yang tidak-tidak kecuali kalau sudah halal hahaha. Pegang tangan aja kalau pacaran berdosa kan guyyyz..
Pokoknya kalau kesana bawa kamera yang bagus dan mencari spot-spot untuk berselfi.
Setelah bolak-balik daftar menu makanan, kita pilih 5 ons gurami, cak kangkung, es jeruk, dan es kelapa muda serta satu porsi nasi. Setelah dihitung-hitung sama kasir habis Rp79.000. kalau dilihat dari segi harga menu makanan disana relatif sama dengan tempat makan lain. Paling beda seribu atau dua ribu saja. Dengan pelayanan dan tempat yang sangat bagus ini Anda tidak akan merasa kecewa atau merasa kemahalan hehe.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengalaman makan di Waroeng Biru Daun Situbondo bersama keluarga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel