6 hewan langka yang hampir punah di Indonesia

Di jaman yang semakin modern ini, jumlah hewan langka
di Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang menyebabkan hewan menjadi langka dan hampir punah di Indonesia. Diantara faktor yang menyebabkan punah adalah banyak
perburuan liar yang dilakukan oleh pemburu, jumlah hutan yang semakin
berkurang, aktivtasi pembukaan lahan pertanian oleh manusia, dan terjadinya
peristiwa kebakaran yang sering melanda tanah air kita tercinta.
hewan yang hampir punah
burung cenderawasih
Hewan yang hampir mengalami kepunahan diIndonesia saat ini adalah bada bercula satu, burung cenderawasih, komodo, orang utan, dan
harimau sumatra. Lebih jelas akan diulas berikut ini:
1. Badak
bercula satu
Badak bercula satu ini sekarang hanya ada di
Indonesia. Kalau badak bercula dua adanya di benua Afrika. Jumlah badak bercula
satu saat ini hanya sekitar 20an ekor saja. Tempat konservasi badak bercula
satu hanya ada di Ujung Kulon tepatnya di Provinsi Banten, pulau Jawa.
Dahulu orang sering memburu badak ini karena nilai
jual cula badak yang sangat mahal. Diantaranya dijadikan sebagai obat dan
kosmetik.
2. Orang
utan
Orang utan merupakan hewan asli dan hanya ada di pulau
Kalimantan, Indonesia. Hewan ini sudah langka. Di Kalimantan sendiri banyak
kisah tragis dari orang utan yang kehilangan tempat tinggal karena hutannya
dibakar oleh manusia dan dijadikan lahan pertanian. Banyak juga kasus
penyiksaan orang utan
akanan orang utan adalah tumbuhan seperti pucuk-pucuk
daun dan buah-buahan. Saat ini jumlah orang utan di hutan kurang dari 500 ekor.
Beberpaa tempat konservasi orang utan di Indonesia adalah di Kutai,
Sangkuriang, Gunung Palung, Cagar Alam Gunung Leuser Sumatra, Bukit Baka,
Gunung Bentuang, Bukit Raya, dan beberapa tempat di kebun binatang sebagai
upaya penangkaran.
3. Harimau
Sumatra
Harimau sumatra di pulau Sumatra sendiri sudah
memperihatinkan jumlahnya. Saat ini hanya sekitar 100 ekor saja di hutan
Sumatra. Sering terjadinya kebakaran hutan yang dijadikan lahan pertanian menyebabkan
jumlah mereka berkurang dan banyak yang mati karena tidak dapat berburu. Selain
itu pemburu liar juga sering melakukan penangkapan dan penyelundupan untuk di
jual maupun diambil kulitnya.
 Saat ini upaya
konservasi harimau ada di Cagar alam Gunung Leuser, daerah pegunungan Kerinci
dan berbagi hutan di Sumatra. Tak jarang harimau sumatra keluar dari hutan
untuk memangsa hewan ternak para warga dan akhirnya mereka di bunuh.
4. Gajah
Jumlah populasi gajah saat ini menurun drastis. Apalagi
akibat kebakaran hutang yang terjadi pada bulan Oktober 2015 ini menyebabkan
hutan terbakar dan gajah kehilangan tempat tinggal dan makanan. Saat ini
populasi gajah yang paling banyak di Lampung dan Aceh. Gajah sering di buru
untuk diambil gadingnya untuk dijadikan obat maupun kosmetik.
5. Burung
cenderawasih
Burung cenderawasih mempunyai julukan burung dari
surga. Burung ini hanya ada di Pulau Papua. Cenderawasih mempunyai puluhan
jenis atau tipe. Jenis cenderawasih yang paling terkenal adalah cenderawasih
emas yang berwarna kuning dan mempunyai bulu yang panjang dan sangat indah.
Burung ini sering diburu dan sering diselundupkan ke
luar negeri. Saat ini tempat konservasi burung cenderawasih tersebar di semua
hutan Papua. Pemerintah bekerjasama dengan penduduk untuk tidak boleh melakukan
penangkapan lagi karena jumlahnya sudah sedikit dan hampir punah.
6. Komodo
Komodo merupakan hewan purba yang habitatnya hanya ada
di Indonesia. Hewan ini tersebar di pulau komodo dan pulau-pulau kecil lainnya.
Hewan ini sangat unik, diantaranya dapat berenang puluhan kilometer menuju
pulau sekitar komodo untuk mencari mangsanya.
Tempat konservasi komodo ada di pulau komodo, pulau
Rinca, dan pulau-pulau kecil sekitar pulau Komodo. Gigitan hewan ini sangat
berbisa dan sangat mematikan. Saat ini belum ada obat untuk mengatasi gigitan
komodo yang mengandung bakteri yang sangat mematikan.
Itulah 6 hewan yang hampir punah dan langka yang ada di
Indonesia. Mari kita sebagai generasi muda harus menjaga kekayaan alam dari
warisan nenek moyang kita. Lindungi mereka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *