14 contoh adaptasi morfologi pada hewan dilihat dari bentuk paruh dan kakinya

14
contoh adaptasi morfologi pada hewan dilihat dari bentuk paruh dan kakinya
Adaptasi
morfologi pada hewan dari bentuk paruh dan kaki – Pada umumnya setiap makanan
pada hewan khususnya berbagai jenis burung adalah berbeda-beda. Ada yang
makanannya hanya cairan madu, daging, dan biji-bijian. Dilihat dari bentuk
bentuk paruh burung yang berbeda-beda menandakan jenis makanannya.
Berikut
ini bentuk paruh burung berdasarkan jenis makanannya.
contoh adaptasi morfologi pada hewan dilihat dari bentuk paruh dan kakinya

1.
Burung pelatuk
Bentuk
dari paruh burung pelatuk adalah panjang, runcing, dan kuat. Fungsi paruh
burung pelatuk ini adalah untuk mencari serangga yang terdapat dalam kulit
pohon, pada lubang pohon , ataupun pada pohon yang telah lapuk biasanya
terdapat banyak serangga karena dijadikan sebagai tempat berkembangbiak
serangga.
2.
Burung kolibri
Burung
kolibri memiliki paruh yang runcing dan panjang. Makanan  burung kolibri adalah nektar atau maduk yang
terdapat pada berbagai macam bunga. Jadi dengan paruh yang panjang dan runcing
ini memudahkan burung kolibri menghisap nektar dengan mudah.
3.  Burung pelikan
Pada
burung pelikan memiliki paruh yang panjang, lebar, dan kuat serta terdapat kantong
pada bagian pangkal paruh. Fungsi paruh yang panjang ini digunakan oleh burung
ikan untuk mencari ikan di daerah perairan dangkal. Kantong paruhnya bisa
digunakan sebagai tempat untuk menyimpan ikan untuk anak-anak burung pelikan.
4.
Burung elang
Burung
elang memiliki paruh yang kuat dan tajam, serta memiliki cakar yang tajam juga.
Paruh burung elang untuk mematuk mangsa sekaligus mencabik-cabiknya. Makanan burung
elang adalah daging. Cakarnya  yang tajam
juga digunakan untuk mencengkeram mangsanya agar tidak lepas.
5.
Burung pipit
Burung
pipit memiliki paruh yang kuat dan pendek. Paruh yang sedemikian rupa berfungsi
untuk memecah biji-bijian seperti padi sebagai makanan utamanya.
6.
Burung bagau
Bentuk
paruh burung bangau adalah panjang dan besar. Paruhnya digunakan untuk mencari
ikan di daerah perairan rawa-rawa dan daerah berlumpur serta perairan yang
dangkal.
7.
Bebek
Bentu
paruh bebek adalah lebar dan pipih. Bentuk paruhnya ini digunakan oleh bebek
untuk mencari makanannya di daerah berlumpur. Kesukaan bebek adalah mencari
cacing di daerah berlumpur seperti persawahan.
Adaptasi morfologi hewan dari
bentuk kaki
Kalau
dilihat dari bentuk kaki burung bisa diketahui cara penyesuaian burung tersebut
dalam mencari makanannya. Bentuk kakinya ini juga disesuaikan dengan tempat
hidup atau habitat burung tersebut.
8.
Kaki elang
Bentuk
kaki elang yang memiliki kuku yang panjang dan tajam ini digunakan untuk
mencengkeram mangsanya seperti kelinci, ikan, ular, atau hewan lainnya. Cengeraman
elang sangatlah kuat dan kukunya menusuk ke dalam tubuh mangsanya sehingga
mangsa tidak bisa lepas darinya.
9.
Kaki burung gelatik
Bentuk
kaki burung gelatik adalah kecil dan agak panjang. Bentuk kaki burung gelatik
ini menyesuaikan dengan adaptasi burung gelatik yang biasa bertengger pada
batang badi dan pada ranting-ranting kecil pada saat mencari makanannya.
10.
Kaki bangau
Bentuk
kaki bangau yang panjang dan di sela-sela jarinya berselaput memudahkan bangau
berjalan pada lingkungan rawa-rawa maupun lingkungan berlumpur pada saat
mencari ikan ataupun cacing.
11.
Kaki bebek
Bentuk
kaki bebek adalah berselaput yang memudahkannya untuk berenang dan berjalan
pada tanah berlumpur sehingga tidak tenggelam.
12.
Kaki burung kakak tua
Kaki
burung kakak tua sangat kuat seperti burung elang. Namun kaki burung kakak tua
digunakan untuk memanjat pohon dan memegang makanannya.
13.
Kaki ayam
Bentuk
kaki ayam kuat dan tidak berselaput digunakan untuk mengais-ngais tanah dalam
mencari makanannya.
14.
Kaki burung pelatuk
Kaki
burung pelatuk yang kuat digunakan untuk memanjat pohon.
Demikianlah
penjelasan tentang adaptasi morfologi pada hewan dilihat dari bentuk paruh dan
bentuk kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *