Contoh Kesulitan Belajar Siswa dan Cara Mengatasinya

Contoh
masalah belajar siswa dan solusinya – Ciri-ciri anak yang memiliki masalah
kesulitan belajar adalah motivasi belajarnya rendah, memiliki nilai akademik
yang tidak tuntas, malas untuk belajar, dan sebagainya. Saya sendiri sebagai
guru selalu untuk menjadi guru yang baik dengan menerapkan berbagai metode atau
cara pengajaran agar siswa menjadi tertarik dengan pelajaran saya. Saya pribadi
seorang guru fisika yang mengajar anak SMP dan SMA. Bagi anak SMP yang baru
mengenal pelajaran fisika dirasa susah karena selain ada hafalan seperti
biologi kemudian ada rumus-rumus seperti pada matematika. Untuk mengatasi hal
tersebut saya mencoba menjelaskan kepada siswa bahwa fisika itu mudah dan
sangat era kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.
Eh
udah dulu curahtan di paragraf pembuka. Oke kembali lagi ke permasalahan
kesulitan belajar pada siswa. Kesulitan belajar pada siwa berasal dari dua hal,
yakni dari faktor internal dan faktor eksternal. Berikut akan saya sampaikan
secara rinci :
1. Faktor internal
a.
Faktor internal ini menyangkut kondisi siswa itu sendiri. Misalnya siswa sedang
sakit seperti flu, demam atau batuk. Kemudian di kelas anak tersebut tidak bisa
berkonsentrasi pada pelajaran. Akhirnya akan tersebut akan mengalami kesulitan
dalam belajar karena tidak fokus pada pelajaran.
b.
Faktor dari dalam selanjutnya adalah masalah pada panca indera seperti pada
indera pendengaran dan indera penglihatan. Anak yang matanya mines,tentu saja
harus memakai kacamatan dan sebaiknya duduk di kursi paling depan. Tujuannya adalah
agar anak tersebut bisa melihat penjelasan guru di papan tulis secara jelas. Kemudian
anak yang masalah pendengarannya yang kurang juga bisa duduk di depan sendiri
agar bisa menerima penjelasan guru dengan jelas.
c.
Minat belajar yang rendah pada mata pelajaran tertentu. Setiap anak pasti
memiliki pelajaran yang ia sukai. Misalnya saja anak senang pelajaran komputer
atau seni di sekolah. Biasanya anak tersebut cenderung tidak suka dengan
pelajaran eksak seperti matematika, biologi, dan fisika. Untu mengatasi hal
tersebut, kita sebagai guru harus bisa menjelaskan dengan baik kepada siswa bahwa
semua pelajaran itu penting dan harus bisa lulus nilai standar atau KKM.
d.
Anak mencuri-ciri waktu untuk bermain gadget. Anak jaman sekarang kalau di
dalam kelas seringnya membuka gadget mereka, entah itu bermain game atau
sekedar membuka pesan dari sosial media. Akibatnya anak tersebut tidak bisa
mengikuti pelajaran.
2. Faktor eksternal
a.
Guru yang kurang komunikatif. Guru yang kurang komunikatif ini bisa menjadi
penyebab anak memiliki kesulitan belajar. Sering kali saya temui terhadap anak
les privat bawah guru di sekolahnya sering tidak masuk kelas dan hanya
meninggalkan tugas di LKS dan dikumpulkan. Padalah anak tersebut belum paham
tentang materi pada tugas tersebut. Akhirnya anak tersebut menjadi malas
belajar dan sebagainya.
Kemudian
guru yang metode penjelasannya hanya ceramah saja dan sering memberikan tugas. Memang
metode ceramah itu bagus pada bab-bab tertentu, tapi tidak baik juga kalau
dilakukan terus-menerus. Guru harus bisa berinteraksi dengan siswa.
b.
Gangguan dari teman. Misalnya teman sebangku atau teman yang duduk di dekatnya
sering mengajak bicara mengajak bermain gatget
c.
Suasana di sekitar kelas terlalu bising. Misalnya sekolah yang dekat dengan rel
kereta api tentunya sering kali mendengar suara kereta api lewat.
Cara mengatasi kesulitan belajar
siswa
1.
Peran orang tua terhadap anaknya untuk jangan menuntut dari kemampuan siswa. Kebanyakan
siswa sering dibanding-bandingkan dengan anak lain yang dikira lebih sukses.
2.
Guru juga berperan sekali dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Misalnya dengan
pendekatan personal dengan menanyakan “mengapa kamu sulit belajar nak? Apa keluhanmu?”
3.
Seorang guru bisa memberikan jam tambahan kepada siswa yang bermasalah.
4.
Orang tua juga bisa memberikan dorongan atau motivasi terhadap anaknya.
5.
Orang tua bisa memberikan les privat dengan mengundang guru untuk mengajari
anaknya.

Tapi
menurut saya yang lebih penting ketika saya sebagai seorang guru adalah dengan pendekatan
personal. Saya lebih suka bertanya kepada siswa secara individu tentang masalah
yang dihadapi. Kebanyakan mereka mengalami masalah dengan teman atau masalah
dengan keluarga di rumah. Untuk itu saya selalu memberi motivasi kepada mereka
agar mereka bisa berkonsentrasi untuk belajar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *