Indikator asam dan basa dengan kertas lakmus

Cara menentukan asam dan basa
dengan kertas lakmus
– Sebelumnya pak Mono sudah
menyampaikan sifat-sifat asam dan basa. Pak mono juga telah menyebutkan contoh
asam seperti lemon, apel, jeruk dan lain-lain. Contoh basa antara lain sampo,
deterjen, dan sabun. 

Indikator asam dan basa dengan kertas lakmus

Untuk menentukan sifat asam dan basa suatu zat yang paling
aman dan paling mudah adalah dengan kertas lakmus. Soalnya kalau kalian
menggunakan cara konvensional atau orang desa, pasti akan mencicipi zat
tersebut yang akan diuji apakah termasuk dalam asam ataukah basa. Nah kalau zat
tersebut beracun kan berbahaya!.

Nah
disini pak mono akan mengajari kalian untuk menentukan suatu larutan apakah
larutan tersebut azam ataukah basa. Pada hakikatnya, larutan bisa bersifat
asam, basa, dan netral. Air yang kita minum hendaknya bersifat netral. Nah untuk
mengujinya, kita memerlukan kertas lakmus. Kertas lakmus memiliki tiga warna
yaitu warna biru, warna kuning, dan warna merah.


Cara kerja kertas lakmus
Kertas lakmus itu sendiri merupakan indikator keasaman dan kebasaan suatu zat. Cara
kerjanya adalah kertas lakmus akan dimasukan ke dalam suatu cairan, apabila
cairan itu berubah maka kita bisa mendeteksi apakah cairan itu bersifat asam
ataukah basa. Kelemahan menggunakan kertas lakmus adalah kita belum bisa
menentukan pH atau tingkat keasaman dan kebasaan zat tersebut.
Berikut ini tabel uji kertas lakmus
untuk menentukan asam dan basa suatu zat

Cara membacanya : Misalnya ada suatu larutan asam, maka kertas lamus merah akan tetap merah, kalau lakmus biru akan menjadi merah, sedangkan pada larutan netral warnanya akan tetap sama yaitu merah. Jika larutan itu basa : lakmus biru akan tetap biru, tapi pada lakmus merah akan berwarna biru. 

indikator asam dan basa kertas lakmus

Demikianlah
penjelasan tentang cara mudah menentukan sifat larutan asam dan basa dengan
kertas lakmus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *