Pengertian dan Teori Geosentris, Heliosentris, dan Antroposentris

Sebelum
ditemukannya benda-benda canggih untuk mengamati bumi dan alam semesta, orang
beranggapan banyak hal. Ada yang mengemukakan bahwa bumi itu bentuknya kotak,
bumi sebagai pusat tata surya, dan lain-lainnya.
Anggapan
tentang teori Geosentris, Heliosentris, dan Antroposentris ini sebagai
informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang sains. Setelah
ditemukannya teleskop dan alat-alat canggi halinnya, kita bisa mengetahui bahwa
bentuk bumi kita itu bulan.
1. Teori Geosentris
Pengertian
teori geosentris adalah teori yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat alam
semesta dan benda langit mengelilingi bumi. Ilmuwan yang mendukung teori ini
dari abad 6 sebelum Masehi seperti Aristoteles, Pythagoras, Anaximander,
Socrates, dan Plato.
2. Teori Heliosentris
Pengertian
teori heliosentris adalah matahari sebagai pusat alam semesta dan benda langit
lainnya bergerak mengelilingi matahari. Teori ini dikemukakan setelah
ditemukannya teleskop yang bisa mengamati bahwa benda langit di galaksi kita bergerak
mengelilingi matahari. Teori Heliosentris dikemukakan dan di dukung oleh
ilmuwan Isaac Newton, Galileo, Johanes Kepler, dan Nucolaus Copernicus.
3. Teori Antroposentris

Pengertian
teori antroposentris adalah manusia sebagai pusat segalanya. Anggapan teori ini
pada waktu ribuan tahun sebelum Masehi. Contohnya bangsa Babylon.