Pengertian Tawadhu Beserta Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bismillahirohmanirohim…
Pak Mono akan menjelaskan pengertian tawadhu menurut bahasa dan istilah beserta
dalilnya. Pengertian tawadhu secara istilah adalah sikap rendah hati. Secara istilah,
tawadhu adalah bersikap rendah hati di hadapan Allah dan di hadapan hambaNya
yakni sesama manusia.
Lawan
dari sikap tawadhu adalah takabur yang artinya sombong. Ciri-ciri orang yang
memiliki sikap takabur adalah merasa dirinya paling baik dibandingkan orang
lain. Kita ini makhluk yang lemah, hidup di dunia hanya sementara. Jadi buat
apa bersikap sombong? Toh setiap tindakan yang kita lakukan nanti akan dimintai
pertanggung jawabannya di hadapan Allah Subhanahu wata’ala.
Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wasalam menganjurkan kita untuk senantiasa bersikap tawadhu.
Berikut ini dalilnya :
Dari
hadits tersebut bisa kita peroleh hikmah bahwa siapa yang bersikap tawadhu
hanya semata-mata mencari keridhoan Allah subhanahu wata’ala maka akan diangkat
derajatnya. Sebaliknya jika kita bersikap sombong atau takabur, maka Allah
subhanahu wata’ala akan menghinakan kita. Dalam pandangan orang lain, kalau
seseorang yang bersikap tawadhu akan terlihat terhormat.
Contoh tawadhu dalam kehidupan
sehari-hari
Perilaku
tawadhu harus dimiliki oleh setiap muslim. Kita bisa mempraktekan sikap tawadhu
dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, kantor, dan
bermasyarakat. Berikut contohnya:
1.
Menghormati orang tua di rumah, tidak berani menyela atau tidak membentaknya
2.
Menaati perintah orang tua
3.
Tidak sombong atau iri dengan kakak atau adik di rumah
4.
Memberikan bantuan kepada teman di sekolah dengan ikhlas dan tidak mengharapkan
pujian dari teman.
5.
Menerima saran maupun kritik dari orang lain
6.
Meminta ijin jika ingin mendahului orang yang lebih tua
7.
Menyayangi dan membimbing ke arah yang baik kepada yang lebih muda
8.
Menyapa orang lain atau kerabat jika bertemu dengan mengucapkan salam
9.
Menampakan muka yang gembira ketika berjumpa dengan teman

10.
Tidak sombong ketika memperoleh suatu prestasi atau penghargaan karena
semata-mata pertolongan dari Allah.