Sistem pernapasan pada hewan bersel satu (Protozoa)

Di dunia ini ternyata terdapat makhluk hidup
yang berse satu (hanya memiliki satu sel). Tuhan yang Maha Sempurna menciptakan
protozoa dengan tidak sia-sia. Salah satu makna yang tersiratnya adalah saat
ini kita akan mempelajari sistem pernapasan pada hewan bersel satu.
Sistem pernapasan pada hewan bersel satu (Protozoa)

 Setelah kalian mengatahui
hal ini, diharapkan kalian bisa mengetahui kebesaranNya dan semakin bertakwa
kepadaNya.

Contoh makhluk hidup bersel
satu adalah Parameciumdan Amoeba. Keduanya bernapas dengan menggunakan
permukaan tubuhnya. Unik sekali bukan? Makhluk ini belum memiliki sistem
pernapasan yang khusus.
Sama halnya seperti manusia,
protozoa juga mengeluarkan karbondioksida dan menghirup oksigen. Proses
masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida berlangsung secara difusi.
Pada saat bernapas, kadar
oksigen pada sel Amoebaakan berkurang (sedikit) dan karbondioksida sebagai sisa
metabolisme kadarnya lebih banyak. Di sisi lain, kadar oksigen pada cairan
Amoeba lebih tinggi dibandingkan yang ada di sel tubuhnya. Hal ini
mengakibatkan oksigen dari udara sekitar akan masuk atau berdifusi ke dalam sel
tubuh Amoeba. Kemudian karbondioksida akan keluar.
Secara lebih rinci, oksigen
dari lingkungan akan berdifusi masuk kedalam membran sitoplasma, kemudian akan
masuk ke dalam mitokondria.
Pada saat oksigen di dalam
mitokondria, oksigen dimanfaatkan untuk memecah senyawa organik yang
menghasilkan energi dan sisanya karbondioksida.
Karbondioksida akan keluar
dari mitokondria melalui membran sitoplasma dan akan menuju udara sekitar.
Lebih jelasnya perhatikan pada gambar di atas yah!.
 Demikianlah penjelasan yang
relatif singkat mekanisme pernapasan pada hewan bersel satu (Protozoa).
Makhluknya sederhana, penjelasannya juga sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *